Selasa, 20 Desember 2016

Harga Paket Tours to Irak - Iran, 2017




Harga Paket Tours  Irak - Iran, 2017

Keberangkatan Pebruari ,: 2017.  ( Tanggal  :  12, dan 28  )

 Pesawat :
 Qatar Air,  Air Asia, Emirates, Fly Dubai, Oman Air, 
( Kombinasi )

Hotel Bintang Tiga / Setara :  
 di  Irak dan Iran, Includ Konsumsi , 3x sehari

Starting : Jakarta



Jenis Paket : Paket Tours  ( 7 H ) atau  ( 9 H ) 
( By reques, disesuaikan )


                                       I R A K                    I R A N           IRAN  + IRAK  ( Transit Tehran )

1. V V I P                         3.080.                       2.795                            2.709

2. EXLUSIVE                  2.580                        1.997                            2.115

3.REGULER                    2.330                        1.907                            1.919

4.EKONOMI                    2.100                        1.870                            1.615



@ Jadwal Keberangkatan Pebruari , 2017.  (  Tanggal  :  12. dan 28 Pebruari  2017  )

@ Harga dapat berubah sewaktu - waktu dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya

@ Harga  berlaku untuk  kelompok, minimal : 10 orang per kelompok terbang

@ Rombongan diatas 25 orang, harga masih bisa di Rekalkulasi ulang

@ Harga fix dan mengikat kedua belah pihak adalah : Setelah Deposit/ Down Payment kami terima.

@ Didampingi Tours Guide berpengalaman di tempat tujuan, menjamin kenyamanan anda.


Hari ke 1
JAKARTA – TAHERAN – QOMJammaah berkumpul di terminal 2D bandaraSoekarno Hatta. Pesawat terbang menuju Taheran. Tiba di  Bandara Doha Internasional dan terbang kembali ke bandara IMAM KHOMENI TEHERAN. Check in ke HOTEL QOM/ TEHRAN
Hari ke 2
QOM Setelah istirahat sebentar lanjut  ZIARAH KE SAYYIDAH MAKSUMAH. Perjalanan di lanjutkan ZIARAH JAMKARON , mengunjungi PASAR BUKU QOM, dan PASAR CINCIN QOM, salah satu perpustakaan Islam terbesar dan terlengkap di dunia Perpustakaan Alm Sayid Mar asyi . Kembali ke hotel, istirahat.
Hari ke 3
QOM – ISFAHANPagi setelah sarapan kita erangkat menuju ISFAHAN. Dilanjutkan city tour ke kota ISFAHAN  yang terkenal akan sebutannya  Jewel Of The Asia dengan mengunjungi/melewati Nagshe Square, Friday Mosque, Ali Qapu Palace , Chehel Sotoun (40 tiang)  sisa peninggalan kerajaan dinasti Safawi , Jameh Mosque (masjid gema), Kha Ju Sio se Pol (jembatan 1000 pintu) yang merupakan Jembatan bersejarah di Esfahan, Vank Chatedralmusium sekaligus gereja Katholik yg usianya sekitar 400 tahun dan masih berdiri kokoh hingga kini dan Berbelanja di Qeysarieh Bazzar. Check in dan beristirahat di HOTEL ISFAHAN.
Hari ke 4
ISFAHAN – MASHADCheck out dari hotel Isfahan melanjutkan perjalanan ke MASHAD. Check in di hotel MASHAD. Makam Ziarah ke Imam Ali Ridlo (keturunan Rasulullah), musium Quran, ziarah ke penyair terkenal di Thus cek in hotel, istirahat. Malamnya kita ziarah lagi ke Imam Ali Ridlo ra. Istirahat.
Hari ke 5
MASHADSetelah sarapan kita menuju  ziarah ke tempat  Imam Ghazali dulu mengajar, kemudian menuju ke Naisyabur tempat telapak kaki Imam Reza  yang mengeluarkan sumber air dan tetap mengalir hingga sekarang dan digunakan untuk masyarakat setempat sebagai salah satu karomah beliau, kembali ke hotel. Kita juga berkunjung ke salah satu penulis kitab terkenal sekaligus ulama terkenal  Hujjatul Islam  Sayeed Ali Syahristani , ke Bazaar Imam Reza untuk belanja oleh-oleh. Kembali ke hotel, Istirahat.
Hari ke 6
MASHAD – TEHERANSetelah sarapan kita cek out Hotel, berangkat menuju Teheran cek in hotel Teheran, city tour Teheran. Mengunjungi monumen Azzadi, Taman Kota  Teheran. Kembali ke Hotel, Istirahat.
Hari ke 7
TEHERAN – JAKARTAPagi-pagi setelah sarapan kita mengunjungi Istana Shah Iran yang terkenal dengan kemegahan dan kemewahannya kemudian Mengunjungi markat/ komplek rumah Imam Khomeini kemudian menuju makam Imam Khomeini. Kemudian cek out hotel menuju bandara International untuk kembali ke tanah air.

Kamis, 15 Desember 2016

Tours to Tabriz Iran

Program Tour Iran April 2017

Waktunya Berkunjung ke Iran

Secara mengejutkan, Presiden Indonesia, Joko Widodo ( Jokowi) melakukan kunjungan ke negara Iran. Sejauh ini, Iran lebih didengar dari sisi politik  dalam melawan kekuatan dunia seperti AS. Di balik politik perlawanan Iran atas kekuatan-kekuatan utama dunia ternyata negara ini mempunyai rahasia keindahan alam, situs bersejarah dan peluang bisnis yang belum terjamah berikut keramahan masyarakat. Iran bisa dikatakan garang di mata media tapi tidak demikian di faktanya. Hal ini diakui semua orang yang datang ke negeri Mullah ini.

Jokowi setelah melakukan kunjungan kerja selama tiga hari di India, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungannya ke Iran. Jokowi beserta rombongan tiba di negeri para Mullah itu Selasa (13/12/2016) waktu setempat.

"Cuaca dingin menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko di Bandar Udara Internasional Mehrabad, Teheran Iran, Selasa 13 Desember 2016 pukul 16.20 atau pukul 19.50 WIB," ujar Kabiro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Dengan kunjungan Jokowi ke Iran, maka akses untuk berkunjung ke negeri para Mullah ini terbuka lebar untuk semua kesempatan baik wisata maupun bisnis. Untuk itu, kami  Bahjah Tour & Travel menawarkan jasa secara terbuka untuk mengunjungi Negeri Persia ini untuk berbagai kepentingan baik wisata maupun bisnis;

Kontak Person: Abdullah

No Hp: 087789048567

Email:  ari.ponty@gmail.com

Alamat Kantor: Jalan Budaya No 15, Condet -Jakarta Timur


Dokumentasi Kunjungan President Jokowi ke Iran, 
















Berikut Satu Sensasi Situs Bersejarah dan Keindahan Iran

#. Kota Tabriz

Program Bulan April Travel Bahjah Indah Sejahtera
Travel Bahjah tertarik menfasilitasi teman-teman pecinta wisata dan situs bersejarah untuk mengunjungi gereja tertua di dunia. Bahjah Travel sudah melakukan komunikasi semua pihak untuk merealisasikan perjalanan istimewa ini pada bulan April 2017. Destinasi gereja tertua ini bisa dikatakan relatif virgin bagi para pelancong dari Indonesia. Bagi wisatawan yang tertarik melakukan perjalanan ke gereja tertua, Black Church ini, dapat menghubungi kami di Travel Bahjah;

Kontak Person: 087789048567
Email : ari.ponty@gmail.com
Alamat Travel Bahjah: Jalan Budaya No 15, Condet-Jakarta Timur

Berikut ini adalah kisah perjalanan ke gereja tertua di dunia :

 oleh Alireza Alatas, 

{ Sdr. Ali Reza Alatas, termasuk pihak yang juga kami hubungi untuk merealisaikan tour pertama ke gereja tertua di dunia ini.}

Gereja Tertua di  Dunia Ada di Iran
Belum lama ini, saya berkunjung di Azerbaijan Barat. Tapi nama Azerbaijan di sini bukan nama negara tapi nama daerah di sebelah Timur Iran dekat dengan perbatasan Irak, Turki dan Nakhchivan Azerbaijan. Dari Tehran sekitar 780 km. Saya menggunakan pesawat ke Azerbaijan dari Tehran sekitar satu jam penerbangan ( harga tiket pesawat sekitar 50 usd) dan mendarat di Urumiah, sebuah kota kecil yang sedang berkembang mau menjadi kota yang lebih besar.

 Banyak industri yang mulai melirik kota itu mengingat dekat Turki, Irak dan Nakhchivan. Setiba di Urumiah, saya dan teman-teman langsung menuju hotel Park. Harga hotel itu sekitar 100 usd untuk kamar yang menyediakan tiga tempat tidur. Kamar yang luas dan bersih tapi tetap berkesan hotel lama. Mungkin di Indonesia masuk kategori hotel minus bintang tiga.
Dalam perjalanan itu, saya sebenarnya mengincar gereja tertua di dunia yang terletak di daerah Chaldoran, Qare Kelisa sekitar lima jam perjalanan via darat dari Urumia. 

Saya menyewa mobil hotel untuk melakukan perjalanan ke Chaldoran. Harga sewa mobil sekitar 100 usd berikut supir. Perjalanan harus dilakukan pagi hari mengingat perjalanan yang cukup jauh dan harus dilalui satu hari penuh. Belum lagi kita harus berhenti di tengah jalan untuk melihat pemandangan yang sangat indah dalam perjalanan menuju ke gereja tertua di dunia.
Gereja itu disebut dengan nama Black Church, tapi dalam bahasa persia Qareh Kelisa. Bisa dikatakan gereja tertua karena di dalam gereja terdapat makam Santo Thadeus yang disebut-sebut sebagai sosok hawariyun Nabi Isa as atau pengikut setia Yesus.

 Santo Thadeus gugur syahid pada tahun 66 tahun masehi. Dengan demikian tempat itu berumur 1,949 tahun. Karena itu, tempat yang kemudian diabadikan menjadi gereja hingga sekarang bisa dikatakan gereja tertua di dunia. Gereja tertua di dunia yang terletak di negara Republik Islam Iran tetap terjaga dengan baik. Inilah bentuk toleransi yang tinggi antarummat beragama di negeri Persia. Bahkan akses jalan ke gereja sangat bagus sekali.
Hal yang unik, para peziarah yang datang ke gereja itu bukan saja dari kalangan kristiani tapi juga muslim. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berdoa di depan makam santo yang diyakini manusia mulia dan istimewa di mata Nabi Isa as.

 Saya pun menyempatkan untuk berdoa di gereja. Teman saya yang beragama Kristen setiba di gereja itu langsung melakukan misa sendirian. Gereja Black Church telah menjadi atap lintas agama yang bisa mempertemukan titik Islam dan Kristen

. Islam juga menghormati Yesus karena diyakini sebagai utusan Tuhan sebelum Nabi Besar Muhammad Saw. Bahkan para pengunjung bukan hanya berdoa di tempat itu tapi mereka juga mengerjakan sholat di pekarangan gereja. Pemandangan yang indah sekali...
Disebut Black Churc karena arsitek gereja itu menggunakan batu hitam. Batu hitam di gereja menunjukkan bagian bangunan lama sedangkan batu putih adalah bangunan baru.

 Gereja itu mengalami renovasi berkali-kali, bahkan sempat hancur karena perang dan gempa. Raja muslim Abbasi I di Dinasti Safawi, sekitar enam abad lalu juga pernah memerintahkan renovasi gereja tersebut.
Untuk menuju gereja Black Church hanya bisa ditempuh di musim panas dan musim semi. Di musim dingin jalan menuju ke tempat itu akan tertutup salju tebal. 

Di musim semi ada festival tahunan yang melibatkan semua pemeluk Kristen berdatangan ke gereja itu membuat kemah di sekitar gereja dan menggelar pesta rakyat. Pemandangan menuju ke gereja sangat indah sekali bahkan terasa seperti di Eropa.

Untuk penerbangan ke Iran, Anda bisa menggunakan penerbangan Emirates, Qatar Air dan Ettihad langsung menuju ke Tehran via transit di satu tempat yang tergantung pesawat. Bisa di Dubai, Doha atau Abu Dhabi.

 Bila maskapai-maskapai tersebut mahal, teman-teman bisa terbang via Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Iran seperti Iran Air atau Mahan Air. Harga sekitar 400 hingga 800 usd. 

Setiba di bandara internasional Tehran, teman-teman berpindah ke bandara domestik yang terletak di kota untuk melanjutkan penerbangan ke kota Urumiah.

 Untuk menuju ke sana kita naik taksi yang dipatok harga sekitar 35 usd. Teman-teman juga bisa memilih penerbangan ke kota Tabriz untuk menuju ke gereja Black Church.

 Jika saya punya kesempatan lagi untuk pergi ke sana. Saya akan memilih penerbangan ke Tabriz. Selain bisa pergi ke Black Church juga bisa mendapatkan destinasi-destinasi lainnya di kota itu yang dibilanag eksotis.

Untuk visa, teman-teman bisa mengajukan visa ke kedutaan atau visa on arrival. Harga visa di kedutaan sekitar 35 uero. Saya tidak tahu persis harga visa on arrival. Sepertinya visa on arrival lebih mahal dari pada mengajukan visa ke kedutaan.


Berikut foto Dokumentasi Sdr. Ali Reza Alatas di lokasi , " Black Church ,"




























Qara Kelisa, St. Thaddeus Church: Day of St. Thaddeus

MONDAY, JULY 25, 2016
Compiled By: Firouzeh Mirrazavi
Deputy Editor of Iran Review
Iran’s Qara Kelisa will honor the memory of Saint Thaddeus and his faithful followers during a ceremony in the northern province of West Azarbaijan.
Scores of Armenians, Assyrians and Catholics from Iran and other countries will attend the annual event as part of their pilgrimage on the Day of St. Thaddeus.
The ceremony is known as one of the largest religious ceremonies held by Armenians.
Qara Kelisa, also known as the St. Thaddeus Church, is one of the oldest and most notable surviving Christian monuments of Iran that carries great significance for the country's Armenian Orthodox community.
Armenians hold that Qara Kelisa is the world's first church and was constructed in 68 CE by one of the apostles of Jesus, Saint Thaddeus, who traveled to Armenia, then part of the Persian Empire, to preach the teachings of Christ.
The church is composed of two parts: a black structure, the original building of the church from which it takes its name and a white structure, the main church, which was added to the original building's western wing in 1810 CE.
An ancient chapel two kilometers northwest of the church is said to have been the place where the first Christian woman, Sandokh, was martyred. The chapel is believed to be as old as Qara Kelisa.
The structure was inscribed along with two other monastic ensembles of the Armenian Christian faith namely St. Stepanos and the Chapel of Dzordzor.
Saint Thaddeus Monastery
The Saint Thaddeus Monastery is an ancient Armenian monastery located in the mountainous area of Iran's West Azarbaijan Province, about 20 kilometers from the town of Maku.
The monastery is visible from a distance because of the massiveness of the church, strongly characterized by the polygonal drums and conical roofs of its two domes. There are several chapels nearby: three on the hills east of the stream, one approximately 3km south of the monastery on the road to Bastam, and another that serves as the church for the village of Ghara-Kilise.
One of the 12 Apostles, St. Thaddeus, also known as Saint Jude, (not to be confused with Judas Iscariot), was martyred while spreading the Gospel. He is revered as an apostle of the Armenian Apostolic Church. Legend has it that a church dedicated to him was first built on the present site in AD 68.
Not much appears to remain of the original church, which was extensively rebuilt in 1329 after an earthquake damaged the structure in 1319. Nevertheless, some of the parts surrounding the altar apse date from the 10th century.
Most of the present structure dates from the early 19th century when Qajar prince Abbas Mirza helped in renovations and repairs. The 19th century additions are from carved sandstone. The earliest parts are of black and white stone, hence its Turkish name Kara Kilise, the Black Church.
A fortified wall surrounds the church and its now-abandoned monastery buildings.
According to Armenian Church tradition, the Apostles Thaddeus and Bartholomew traveled through Armenia in AD 45 to preach the word of God; many people were converted and numerous secret Christian communities were established there.
The ancient Christian historian Moses of Khorene tell the following story, considered a legend by most modern historiography.
Thaddeus converted King Abgar V of Edessa. After his death, the Armenian kingdom was split into two parts. His son Ananun crowned himself in Edessa, while his nephew Sanatruk ruled in Armenia. About AD 66, Ananun gave the order to kill St. Thaddeus in Edessa.
The king's daughter Sandokht, who had converted to Christianity, was martyred with Thaddeus. Her tomb is said to be located near the Ghara Kelisa.
History and Architecture
In Turkish, Qara means black and the church was called so because a part of it was black. Apparently the main building of the church was built entirely of black stones but after reconstruction part of the stones was replaced by white ones. This was most probably done intentionally so that future generations would be informed of the original shape and façade of the church.
The church was destroyed and reconstructed at different eras for different reasons. A great part of the church was destroyed in the year 1230 (616 Lunar Hejira) during the attack of Genghis Khan.
When Hulagu Khan was residing in Azarbaijan, Khaje Nassireddin Toosi embarked on its reconstruction.
The main church, built in 1811-1820 is a massive structure, built of light sandstone and adorned with blind arches and decorative and geometric shapes.
Its twelve-sided tambour has been built in alternating light- and dark-colored stones and has an equal number of windows.
The church has two large courtyards, the first of which seems to have been used for agricultural purposes, while the second encircles the white structure, the portico, and a number of rooms.
The first courtyard includes oil-extracting rooms, a miniature windmill, an oven, and a fountain. It is decorated with ornamental motifs and two intricately designed stone crucifixes.
A small door opens to the second courtyard where the refectory and the kitchen along with rooms for resident monks and abbots are located.
The portico, which has been left unfinished, dates back to the mid 19th century.
The building's exterior is adorned with five rows of alternating dark and light stones as well as numerous round and blind arches, decorated with rosettes, coats-of-arms, flowers and animal figures.
Statues of angels adorn the front facade of the church and its northern and southern facades are decorated with dark-colored stone crucifixes.
Sculptured bas-reliefs bearing passages from the Old and New Testaments, mythical animals and effigies of saints have added to the beauty of the monument.
In the eastern part of the complex, there is a chapel and a sacristy hall. An Armenian inscription, carved on stone, gives an account of the construction of the buildings.
The church was destroyed as a result of an earthquake in 1319 and as narrated by Andranik Hovian there is a document showing it was rehabilitated by Saint Zachary in 1329.  The church was repaired in 1691 with black stones, in 1810 with white stones by Maku archbishop, Simon Beznoni and during the Qajar era by Abbas Mirza.
Qara Kelissa enjoys specific Armenian architecture and is considered one of the most valuable historical monuments of the country in terms of technique and volume. The building is world famous and a great number of Armenians from inside and outside the country come to the church to hold religious rituals.   
Armenians believe Qara Kelissa or St. Thaddeus Church was the first church constructed in the world at the orders of evangelists and apostles of Jesus and since from religious point of view they consider martyrdom the highest of salvations for humanity, every year a special service is held at Qara Kelissa in the second half of July which coincides with the murder of Saint Thaddi and his Christian followers.  
Anyway, the church is annually the gathering place of Armenians of Iran and even neighboring countries on the occasion of an annual ceremony. On the week beginning July 22, Armenians from the cities of Tabriz, Uremia, Tehran, Isfahan, Qazvin, and… converge at Qara Kelissa church in groups or as a family.
In addition to Armenians, Assyrians and rarely Catholic families take part in the ceremony.
One of the rituals held during the three-day pilgrimage is the baptism of Armenian children and youngsters because some believe baptism of their children at the first church of Jesus Christ and the martyrdom site of his apostles will bring blessings. Some parents also baptize their children with some vows and pledges and for this reason the age of those being baptized sometimes reaches 15 to 20.
To Armenians, the Qara Kelissa ceremony is a combination of theological, racial, traditional, family, emotional, and entertainment motives as well as traveling and enjoying summer weather and visiting friends and relatives. Preparing food, eating and drinking is the public entertainment of families over the three days.
Food is served inside tents or at the entrance of tents day and night and the tables set or food cloths spread on the ground serve as a center for gathering of families and relatives.
Visiting friends and relatives is one of the characteristics of the three-day festivity so that some of the Armenians see each other only when they gather at Qara Kelissa.
Church services are held in the morning and evening on July 19 and 20 but on the third day the service is held only once and within a special festival held by an archbishop who comes from Tehran as well as the Tabriz bishop.
Participation in the church services on the festival days is not obligatory and some people are seen who have never attended the ceremony.
There is a chapel on a hill two km northwest of the church which, according to sayings, is the martyrdom place of Sandokh, the first Christian woman martyr. This chapel is as old as the Qara Kelissa church.
The church is located at the end of a road which has been constructed merely for this church and a small nearby village.
Qara Kelissa was registered as the ninth historical-cultural heritage of Iran at the 32nd International Heritage Committee of the United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) in Quebec, Canada.

More By Firouzeh Mirrazavi:



































Selasa, 13 Desember 2016

Tarif Umroh 2017






Harga Paket Umroh 2017

Januari, Pebruari, Maret



Paket Hotel  Harga
 Quad   Triple   Double 
9 Hari by Scoot Tiger *3 Saif Al Tawba Hotel  $     1,595  $     1,625  $       1,685
Karam Al Fiddi Hotel
9 Hari by Scoot Tiger *4 Nawazi Adjad Hotel  $     1,640  $     1,685  $       1,780
*3 Mubarok Silver Hotel
9 Hari by Turkis Airlines *3 Saif Al Tawba Hotel  $     1,690  $     1,720  $       1,780
Karam Al Fiddi Hotel
9 Hari by Turkis Airlines *4 Nawazi Adjad Hotel  $     1,735  $     1,780  $       1,875
*3 Mubarok Silver Hotel
# Pembayaran mengunakan rupiah dengan mengikuti kurs pada saat
 transaksi
    Handling
# Harga starting jakarta Indonesia
# Harga dan tanggal sewaktu - waktu dapat berubah dengan kondisi tiket/visa Rp. 950,000







Sepintas tentang Bahjah travel




Bahjah tours & travel , 

Adalah perusahaan berbadan hukum, PT, Bahjah Indah Sejahtera, berkedudukan di Jakarta,  yang bergerak dibidang jasa pemberangkatan Umroh Reguler, Umroh Promo, Haji Khusus , penyediaan Visa ke Saudi Arabia, Ticket ke Saudi dengan berbagai jenis pilihan pesawat, serta 

Land Arangemen, 

    ( LA ) yaitu mengatur konektifitas perjalanan, mulai Handling di Airport Pemberangkatan, Transit, penjemputan di bandara kedatangan diluar negeri, penyediaan sarana transportasinya, hingga masuk ke hotel di tempat tujuan jamaah, Umroh dan Haji Khusus.

Didukung tenaga yang berpengalaman dibidangnya, Bahjah travel mengutamakan kepentingan dan kepuasan serta ke khusu"an jamaah, dalam melaksanakan ibadahnya, baik Umroh maupun Haji.

Selain Umroh dan Haji Khusus, kami juga menyiapkan Paket Wisata, Lokal dan mancanegara.

Pengurusan Visa Umroh dan Haji,
@ Dengan bekal pengalaman kami, akan sangat membantu anda dalam pengurusan Visa guna tujuan Umroh dan kunjungan ke Mekkah dan Madinah.

Pengadaan Ticket tujuan Saudi dan atau tujuan lainya,

@ Kami bekerjasama dengan provider yang pegang block seat pesawat dengan beberapa maskapai ternama, menggunakan  Lion Air, Saudia, Garuda, Tigers Air, Qatar Airways, dll, untuk tujuan dalam dan luar negeri, khususnya keperluan ticket Umrah tujuan Saudi Arabia. 

@ Paket Wisata  Lokal,

 Meliputi tujuan wisata : 

 Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo, hingga Raja Ampat  Papua, Sumatra, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Sumatra mulai lampung, Palembang, Medan, Padang, sampai Aceh dan Sabang.

@Paket Wisata Mancanegara

@ Jepang, China, Erofah Timur, Erofah Barat, Kanada, 
@ Irak, Iran, Mahshad, Isfahan, Persepolis, Karbala, dll